Peminat Bata Merah Menurun Karna Bata Ringan Mulai Memasuki Pasar

Tingginya penggunaan bata ringan (hebel) mengancam eksistensi perajin bata merah. Pasalnya bata hebel banyak diminati masyarakat karena yaitu barang baru di desa. Diawal mulanya hebel kecuali di gunakan di kota dan untuk gedung Berperingkat

Simak juga : harga hebel citicon

“Sekarang banyak warga yang membangun rumah berganti mencadangkan hebel dari diawal mulanya bata merah,” kata Sukiran (40) salah satu orang tukang batu. Menurut dia banyak warga yang tergiring untuk memanfaatkan hebel karena dinilai lebih cepat pengerjaannya. Bahkan semisal pun ada penyesatan hebel lagi bisa diperbaiki karena ringan dan cepat. Bagi bagi aku sih sama saja Selayaknya Harganya untuk satu kubik mendapat Rp 750.000. Lebih mahal kurang dari bata merah,” kata dia.

Memang sekarang ini tuntutan hebel maju tajam. Lagi pula untuk bata merah menggondol Depresiasi Namun sewajarnya pengaruhnya tidak sampai melumpuhkan usaha bata merah. Sebab tengah banyak warga yang tetap setia dengan bata merah. “Alasannya apabila hebel memang ringan namun untuk benteng hebel tidak tahan untuk pemasangan paku,” terang Susanto (48) salah satu orang pemilik toko bangunan. Dikatakan dia saat ini memang warga tinggal menikmati barang baru.

Sehingga apapun alasan tetap lebih menarik. Apakah hebel akan menggeser bata merah, Susanto melisankan bisa saja sebagai masyarakat tidak mampu menyungguhkan jika produk bata merah semisal produk lokal memang Berisi “Mudah-mudahan tidak sampai menggeser. Sebab kalau sampai tergeser maka banyak perajin bata merah yang terganggu pemasarannya,” kata dia.

Sementara itu kaum perajin bata merah di Desa Cindaha Kecamatan Rawalo memaraf menurut munculnya bata ringan hebel dapat mengintimidasi eksitensi bata merah. Karena itu sekarang ini sejumlah perajin bata merah mulai menggunakan cara lain untuk memasarkan bata merah. Seumpama mengancam sekali mungkin tidak. Sebab konsumennya mungkin berbeda-beda.

Kecuali saja ikut pemilik toko bangunan ikut promosi maka itu pun dapat berkuasa buat penjualan bata merah,” kata Suryadi (42) perajin bata merah di Rawalo. Karena itu perajin bata serta perlu mengerjakan antisipasi agar bata merah tetap bermusuhan dengan pemakaian hebel yang semakin meluas. Jangan sampai peranjin bata merah bertekuk lutut bersilaju karena adanya persaingan yang tidak sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *